Jumat, 18 November 2011

Analisis Novel "Surat Kecil Untuk Tuhan"


Analisis Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”
Diajukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia

Oleh
Nama   : Dewi Kania
Kelas   : XI IPA 3
SMAN I PALIMANAN
Jl. KH. Agus Salim 128 Palimanan Telp. (0231) 341023 Cirebon 45161
Website : sman1palimanan.net


Sinopsis Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah novel karya Agnes Davonar yang menceritakan tentang perjuangan seorang gadis remaja melawan kanker ganas. Gadis itu bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang biasa dipanggil Keke, ia berusia 13 tahun.

Keke divonis mengidap penyakit kanker jaringan lunak salah satu penyakit kanker lunak yang pertama kali terjadi di Indonesia. Kanker itu menyerang wajahnya dan membuat parasnya yang cantik menjadi seperti monster, dokterpun mengatakan kalau hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja.

Mendengar vonis tersebut ayah Keke tidak menyerah, ia berjuang agar Keke dapat lepas dari vonis kematian. Perjuangan sang ayah menyelamatkan putrinya begitu mengharukan, Keke menyadari hidupnya akan berakhir kemudian menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan.

Tuhan memberikan anugerah kepada Keke, ia mampu bertahan bersama kanker itu selama tiga tahun lamanya walau pada akhirnya ia menyerah.


A.                Unsur Intrinsik Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

1.    Tema               : Perjuangan seorang gadis melawan kanker.
2.    Penokohan       :
a.    Keke           : Pantang menyerah, baik, pandai, cantik.
“Selamat, hasil ujian Keke nilainya bagus. Keke terbaik ketiga di kelas!”     (halaman 199)
b.    Ayah Keke : Sabar, baik, selalu berusaha.
“Tapi ayah tidak menyerah begitu saja.”       (halaman 131)
c.    Fadha          : Percaya diri, tomboy, baik.
“Walaupun dia berbadan gemuk, dia mempunyai PD alias percaya diri yang tinggi dan agak tomboy.”       (halaman 14)
d.   Andi           : Tampan, sabar, dan baik.
“Dia merupakan sosok pria yang tampan, dan hobi bermain basket.”          (halaman 16)
3.    Latar                :
a.    Waktu         :
Ø Pagi hari : “Suara kicau burung di pagi hari, terdengar
 menembus langit-langit kamarku.”   (halaman 5)

Ø Siang hari: “ Cuaca siang yang panas membuat aku sedikit
lemah pada saat itu, tapi aku tidak ingin menunjukan kepada timku.” (halaman 34)
Ø Malam hari: “Malam hari ketika aku bangun, ayah, kak Chika,
dan kak Kiki mengajak aku makan malam diluar sambil mencari angin segar.”  (halaman 119)


b.    Tempat :
Ø Jakarta    : “Kamipun membeli rambut palsu WTC ternama
di Jakarta.”    (halaman 7)
Ø Bandung            :  “Suasana berubah seketka kami memasuki kota
 Bandung.”    (halaman 179)
Ø Singapura: ” Setelah sepanjang malam kami berjalan dan
Menikmati kota Singapura, tubuhku terasa letih dan tak kuat berjalan kembali menuju rumah sakit.” (halaman 171)

4.    Alur     :           maju
Tahapan alur    :
a.    Pengenalan
Keke adalah seorang anak yang cantik dan pandai, ia suka bermain volley. Ia juga memiliki banyak kawan dan tentunya memiliki keluarga yang bahagia walaupun ayah dan ibunya telah berpisah, namun ia selalu bahagia dengan apa yang ia miliki.
b.    Pemunculan Konflik
Kak Kiki kakaknya Keke menderita sakit mata, memang pada saat itu sakit mata sedang banyak menyerang siswa disekolah Keke. Dan pada saat itu juga ternyata Keke tertular penyakit mata itu, sehingga mata Keke membengkak. Awalnya memang bengkak biasa, namun lama kelamaan bengkak itu makin membesar sampai wajah Kekepun ikut membesar. Dan dokterpun memvonis bahwa Keke mengidap penyakit kanker jaringan lunak yang amat ganas.


c.    Konflik Memuncak
Lama-lama kanker itu mulai melemahkan Keke, tapi ayah Keke terus berusaha untuk menyembuhkan Keke. Setelah melakukan pengobatan alternatif kesana kemari, keadaan Keke tak kunjung membaik. Hingga akhirnya Keke bertemu dengan seorang profesor yang hebat. Kemudian Keke melakukan pengobatan kemoterapi. Kemoterapi ini berhasil, walaupun Keke harus meraskan dingin dan rambutnya yang berguguran.
d.   Penurunan Konflik
Kanker tersebut sempat hilang, namun kanker itu datang kembali dan semakin menyebar. Namun ayah Keke terus berusaha. Disisi lain Keke terus berusaha untuk membahagiakn orang disekitarnya. Ia pun mulai menyadari bahwa hidupnya takkan lama lagi. Ia makin rajin belajar karna ia ingin tetap belajar pada detik-detik terakhir dihidupnya.
e.    Penyelesaian
Setelah berusaha sedemikian kerasnya dengan tak ada hasil, maka ayah Keke mulai merelakan Keke jika Keke harus pergi meninggalkannya. Saat Keke dirawat di rumah sakit, Keke sempat koma untuk beberapa lama, dan sempatterbangun dari komanya. Namun setelah itu ia kembali tertidur dengan tenang untuk selamanya. Ayah dan keluarga yang lain telah merelakan kepergian Keke. Dan pada saat Keke memejamkan mata, seluruh ruangan rumah sakit tempat dimana Keke dirawat harum bunga melati.


5.    Amanat            :
a.                       Dalam menghadapi sebuah cobaan seberat apapun itu, kita harus tetap berusaha untuk bangkit dan tak menyerah.
b.                       Tetap rajin belajar dan menuntut ilmu pada keadaan apapun selama kita masih mampu untuk bernafas.
c.                       Tetap berusaha untuk membahagiakan orang yang kita sayangi dan orang-orang yang ada disekeliling kita.

6.    Sudut Pandang
Orang pertama             “Tapi sepertinya bila aku terus tertidur, matahari akan marah padaku.”


B.                 Unsur Ekstrinsik Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

1.      Latar Belakang Pengarang

Agnes Davonar adalah seorang fenomenal dalam dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai seorang penulis amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan novel online dan 42 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya.

Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes Davonar”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes Davonar. Agnes berasal dari namanya, sedangkan Davonar diambil dari nama adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.

Agnes lahir di Jakarta 8 Oktober sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus. Merka adalah dua saudara yang besar dalam lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang pelukis kaligrafi Cina sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Mereka berdua membentuk sebuah blog dengan situs http://lieagneshendra.blogs.friendster.com .

Agnes bekerja sebagai karyawan swasta dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara.
Keduanya memiliki hobby yang sama yakni menyukai olahraga. Tapi kelihaian menulis tekah mengantarkan keduanya sebagai penulis muda berbakat dalam jajaran sastra Indonesia. Agnes Davonar menyebutnya sebagai Novelis dan Cerpenis online.


Karena ketulusan dan kedisiplinan dalam berkarya sebuah situs peringkat Blog Topseratus.com menempatkan Blognya sebagai peringkat pertama dari 100 blog terbaik di Indonesia. Sangat mencengangkan, sebuah Blog sastra mengalahkan Blog dan situs internet yang pada umumnya lebih memfokuskan pada music ataupun tips-tips mencari uang marketing melalui internet.
Surat kecil untuk Tuhan adalah kisah nyata yang pertama mereka tulis dan sempat dipublikasikan di blog mereka. Ribuan air mata berjatuhan ketika kisah ini dibaca, atas permintaan pembacanya Agnes Davonar pun membuat kisah ini menjadi novel keduanya dan pastinyakisah ini lebih sempurna dengan ribuan air mata yang siap berjatuhan disetiap bait perjalanan Keke.


www.agnesdavonar.net


2.      Nilai yang Terkandung dalam Novel
a.       Nilai Agama
Dalam novel ini terkandung nilai keagamaan yang islami. Dan mengajarkan kepada pembaca bahwa kita harus lebih banyak bersyukur dan tidak menyombongkan diri.
b.      Nilai Moral
Terkandung nilai moral yang baik, yaitu disaat teman Keke yang yang mengejek dia, Keke tetap diam dan hanya tersenyum dengan ejekan itu. Dan saat Keke jatuh sakit teman yang mengejek Keke meberi dukungan kepada Keke untuk tetap bertahan. Dan itu merupakan nilai moral yang baik untuk para remaja.
c.       Nilai Sosial
Saling membantu dan memberi dukungan kepada kawan dan siapapun yang ada disekitar kita.
d.      Nilai Budaya
Terdapat nilai-nilai budaya di Jakarta, yaitu budaya anak remaja didaerah Jakarta.

6 komentar:

david mengatakan...

makasih resensinya ...
^_^

dewi kania mengatakan...

iyah :)

D1Y@H @yU k mengatakan...

trimakasih ^_^

dewi kania mengatakan...

iya sama-sama :)

bayuredha mengatakan...

makasih yaaa

-=[H.P.B]=- mengatakan...

lengkap bro #jempol ... ane copas ya :D

Poskan Komentar